Senin, 07 Juli 2014

Alles Gute zum Jubiläum ...Mein Mann


Suamiku,
Cinta sejati kita ... semoga terus memampukan kita mensemesta keshalihan, mendunia kasih sayang, meluaskan kebaikan dan mencaHaya cinta. ❇

Sebab ..
Kita tak pernah saling memiliki
Hanya saling dititipi, lalu kelak ditanyai ... Adakah kebersamaan kita tlah mensenyumkan dunia. ^_^

Abinda dear .. 
Terimakasih telah menjadi imam yang membangun rumah tangga kita di atas landasan ibadah, di dalamnya terus berusaha ditegakkan adab-adab islami.
Terimakasih telah menciptakan iklim yang sakinah (tenang) mawaddah (penuh cinta) dan rahmah (sarat kasih sayang), perasaan itu senantiasa melingkupi suasana rumah setiap harinya. Membuat suasana "surga" terasa dalam rumah tangga kita, baiti jannati.

Abinda ..
Terimakasih tlah membuatku merasa yang tercantik selama 12 tahun ini, tersebab laku indahmu membuktikan dan seakan selalu membahasakan "Bunda cantik .. sebab kamulah jawaban istikharoh untuk aku cintai dengan halal atas nama ALloh". Terimakasih membuatku merasa dicintai, dengan bekerja keras dan bertanggung jawab untuk rumah tangga ini, memberi pelukan sebagai perlindungan, menasehati aku dengan mu'asyarahmu nan indah, menjaga sikap dan kalimatmu agar aku tak pernah tersakiti, ketenanganmu tlah menguatkan aku, husnuzhan dan keyakinanmu pada ALloh tlah menginspirasi aku menjaga harapan, itulah yang kau bagi padaku setiap kali aku sedih "Ingatlah penyebab kesedihan itu hanyalah kehidupan dunia... sedihlah krn kita tlh melalaikan hal yg bisa membuat kita bahagia di akhirat. Abi  yakin bunda kuat... setiap orang terpilih untuk menjalani peran yang tlah Alloh takdirkan atasnya. Dan jika kini bunda sempurna menjadi orangtua- ayah sekaligus ibu- bagi adik-adikmu, yakinlah itu sebab Alloh memandangmu mampu menyandangnya. Jangan lihat ini sebagai beban, tapi lihatlah sebagai kasihsayang Alloh yang memberimu kesempatan belajar, mendapat ilmu dan pengetahuan bertanggungjawab merawat, mendidik, mendampingi  anak remaja hingga dewasa. Tidak ada hal yang sia-sia semua mengandung hikmah dan pelajaran, walaupun saat ini bunda belum dapat menemukannya. Abi  selalu do'akan bunda biar ttp diberi kekuatan hati dan iman agar segala ujian justru akan menguatkan hati dan keimanan". Dirimu sungguh laki-laki yang baik dengan cinta yang baik. Kebersamaan ini memberi arti lebih dari sekadar berdua, pernikahan ini kupahami bagaimana seharusnya cinta dirasa, rumah tangga ini membuat surga terasa lebih dekat dan nyata.

Suami dan abi anak-anakku
Maafkan aku, selama ini belum bisa menjadi istri sholihah yang taat tanpa ngeyel, yang bersegera saat dipanggil, yang rajin dalam ibadah dan kewajiban robbatu bayt yang mencipta rumah seindah surga, menjaga akhlak sebening mata, berselendang qona'ah, menyejukkan kalbumu. Bagiku yang paling berat dari pernikahan ini adalah bersyukur ...bahwa ALlah telah memilihkan aku seorang qowwam dan imam yang sholeh, penuh cinta, lembut dan bertanggungjawab. Bersyukur dalam bentuk bersabar dalam menetapi kebenaran-kebaikan, menjaga keistiqomahan. Bersabar dengan terus mencahayakan kesholihatan. Sebab menjadi sholihat itu bukan hal yang mudah, terlebih menjaga dan meningkatkannya. Perlu hati yang lembut untuk menerima nasehat, perlu telinga yang tak merasa gaduh oleh seruan, perlu kemauan melangkah dan bergerak, sebab pasti ada pergulatan jiwa, pasti bathin dan tubuh harus beradaptasi, pasti diriku harus belajar tentang sabar meniti kebaikan. Tapi itulah syukur yang harus direkahkan .. sebagai satu kayuhan agar biduk ini dapat berlayar sampai ke surga tujuan. Maafkan aku Abinda ..

Dalam ibadah nikah itu, ALlohlah tujuan bergandeng tangan,  bertaut hati dari dunia hingga surga. Maka pasangan yang sama mengenalNya, indah.

Rumah tangga ini telah membuat aku "gila" belajar banyak hal, sebab aku memang banyak tidak tahu, sebab aku memang tak memiliki banyak kemampuan. Padahal aku sepatutnya bisa menjadi manajer, koki, dokter, pendidik, pustakawan, pendongeng, dan entertainer. Terimakasih selalu memberi support dan memahami kekuranganku.

Rumah tangga ini juga mengajarkan aku caranya menundukkan ego dengan taat padamu, mengendalikan emosi dengan bersabar pada ketidaksesuaian, mengajariku evaluasi pada laku diri, bercermin pada kekurangan diri. Aku juga belajar fokus pada syukur dan mengedepankan sabar, mengiringi dengan husnuzhan pada tiap hal. Dirimu telah banyak mencerahkan aku, memancarkan caHaya di diriku.

Rumah tangga ini telah mengajarkan kepada kita maknanya, rasanya bekerja sama - amal jama'i, bukan sekadar bekerja bersama.
Diskusi kita ..
Tentang apa yang aku inginkan
Tentang apa yang kau impikan
Tentang  apa yang kita rasakan, alami
Bersama- sama ..
Semuanya itu lebih dari cukup untuk kita merasa bahagia.

Happy 12th Anniversary
                         ☆☆☆

Semoga ALloh kuatkan ikatan antara kita mengekalkan kasih sayang dalam rumah tangga kita, memberi petunjuk dan memenuhi rumah tangga kita dengan cahayaNya.
Semoga ALloh mampukan kebersamaan kita dipenuhi manfaat bagi diri kita berdua dan juga dunia sekeliling kita, terpelihara dari menyakiti dan berlaku aniaya pada orang lain.
Semoga ALloh berikan kemudahan kepada kita menegakkan rumah tangga ini di atas syari'atNya, dengan petunjuk Qur'an dan meneladani RasuluLlah ShallaLlahu 'alaihi wasallam.
Semoga tidak ada hal yang lahir dari rumah tangga ini kecuali kebaikan .. 
Semoga yang tersisa dapat kita lalui dengan baik ..
Semoga kelak ALloh ijinkan kita berkumpul di surga
Aamiin Ya Mujibassaailiin 

surat ini ditulis untuk lelaki surgaku,  lelaki sederhana berhati putih.

with ♥
Bunda Imtiyazrahman

Hujan Juli 772014

Sumber:
Salim A Fillah
Cahyadi Takariawan
Helvi Tiana Rosa
Asma Nadia
Ifa Avianty
Miranda Risang Ayu
Izzatul Jannah








Sabtu, 15 Juni 2013

Moment With Kids : Training Hypnoparenting



Hari ini, sepaket Mamah-bunda & anak-anak sama-sama belajar. Meningkatkan kapasitas dan ilmu agar proses pengasuhan, pendidikan, interaksi dan komunikasi berjalan dengan lebih baik serta efektif. Anak-anak mengikuti kelas terapi bahagia, analisis finger, fun learning (membaca buku cerita, menonton video edukatif, bermain game). Mamah-bunda mengikuti training mengenali kondisi & karakter anak, memahami tehnik komunikasi dengan anak dan praktikum hypno-keyword hypno.

Semoga kesempatan ini, membawa hal positif-kebaikan buat keluarga kami, tentulah kami masih harus banyak belajar dan berlatih agar apa yang sudah kami ketahui dapat diterapkan. Saling support yaaa ... semoga di lain waktu kita bisa belajar juga lengkap dengan Papah-Abinda. Sebab, tanggung jawab mendidik anak akan sukses bila kita semua sejalan melangkah bersama, meski berjauhan.

Yuk siap-siap ikut training fun menghafal qur'an & hadits untuk menyambut ramadlan ....



Selasa, 11 Juni 2013

Hug, Kiss and Say "Love You"

Saya membuktikan .. saat melakukan bonding love melalui hypno setiap Rahma mulai beranjak tidur. Biasanya saya mengawali proses ini dengan bercanda di kasur, membaca dongeng, berdoa dan sambil melakukan hypno saya selalu memeluknya, mengusap dan mengecup keningnya. Ternyata selain dia mampu tetap mengangguk saat nilai-nilai positif saya tanamkan meski sebenarnya sdh terlelap, tidurnya lebih tenang, saat bangun pun Rahma menjadi lebih positif. Dia bisa terbangun sambil tersenyum dan segera berkata "Bunda Rahma sayang bunda .." 

 kadang saya juga ketiduran setelah bacain buku, alih2 anaknya tidur malah bundanya. Mereka malah makin menyala .. kalo dah gtu gantian yang handle papahnya, abinya. Mamah-bundanya istirahat duluan .... tapi tetep harus nyempatin peluuuk, kiss and say love.

Yang Kadang Terlupakan Oleh Kedua Orang Tua :
Ternyata Mencium Anak-Anak Mendatangkan Rahmat Allah 



:: Fakta fakta tentang Senyum Bayi ::

Beberapa fakta yang dapat menambah pengetahuan kita mengenai senyum seorang bayi :

* Adalah sebuah rahasia umum bahwa bayi akan tersenyum ketika berhadapan dengan orang yang membuatnya merasa nyaman.

* Sekalipun tak dapat melihat, bayi dapat tersenyum ketika dipeluk atau diajak bicara, buktikan

* Biasanya bayi mengeluarkan tawanya ketika berusia 3 – 4 bulan.

* Bayi dan balita sampai usia sekitar 4 tahun bisa tertawa sampai 400 kali per hari. Berbeda dengan orang dewasa yang rata-rata tertawa 17 kali sehari.

* Bagi Anda yang telah memiliki bayi atau pernah memperhatikan bahwa bayi yang berusia 0 - 6 minggu dapat tersenyum ketika ia tidur. Ini bukanlah suatu reaksi emosi, melainkan reaksi fisik semata.

* Ketika berusia 6 – 8 minggu bayi menggunakan senyum sebagai reaksi terhadap apa yang disukainya. Itulah mengapa seringkali bayi bisa tersenyum ketika dibuai dan mendengar suara orang tuanya ataupun pengasuhnya.

* Di usia yang semakin bertambah, yaitu 2 – 3 bulan, bayi tidak hanya bereaksi dengan senyuman, namun juga menggerakkan anggora badannya seperti tangn dan kakinya yang bergerak ketika didekatkan dengan mainannya ataupun wajah orang tuanya ketika bercengkrama.

* Saat berusia 9 bulan, seorang bayi telah dapat membedakan “kepada siapa dia harus tersenyum”. Bisa jadi Anda orang yang menyenangkan bagi seorang bayi, maka dia tersenyum dan itu tidak terjadi terhadap orang yang masih asing bagi dirinya.

* Menurut sebuah penelitian, senyuman bayi kandung (bukan bayi orang lain) terhadap ibunya dapat berpengaruh baik terhadap kecerdasan otak sang ibu.

* Senyum bayi juga dapat membawa efek relaksasi bagi sang ibu yang sedang melihatnya, sehingga kepenatan dapat berkurang. Tidak hanya senyuman, sang ibu juga dapat memandangi foto bayinya yang lucu dan menggemaskan agar dapat meredakan stressnya.

* Senyum bayi dapat menunjukkan perkembangan pada otaknya, mengingat senyuman adalah aksi responsif bayi terhadap lingkungan sekitar.

* Menurut beberapa ilmuwan bahwa senyum bayi merupakan spontanitas akibat kobaran neuron dalam otak. Bayi juga dapat tersenyum saat bermimpi atau mengigau akibat ingatan akan suatu hal yang pernah dilihatnya muncul lagi dalam pikirannya.


Sabtu, 08 Juni 2013

Photo Story : Seminar & Talkshow

Weekend kali ini anak-anak menemani mamah dan bunda ikutan seminar dan talkshow



Menjadi perempuan, sekaligus istri dan ibu .. menuntut kapasitas tanpa batas. Belajar menjadi itu semua tak mengenal kata selesai, tak ada sekolah khusus untuk mengilmui itu semua, sebab kehidupan itulah tempat kita menggali ilmu, bertumbuh menjadi baik, sholihah dan qur'ani.

Mari belajar



Mamah saat nyampein kesimpulan materi



Mamah saat menerima hadiah peserta paling aktif



Hadiah sebagai peserta paling aktif


Seminar dengan narsum Ustzh. Kodariyah Nurhayat
Talkshow bersama Ustzh. Wirianingsih

Jumat, 07 Juni 2013

Hikmah Jum'at : 26 Langkah



Abinda Abidin Mam Kholid, Abu Rahma.... ayo tak inginkah kita mengenakan mahkota kemuliaan pada orangtua kita? Tak inginkah kita mengenakannya di kepala sendiri? Mengingat syafaat yg bisa dilakukannya kpd orang yang dicinta dan kerabat yg dikehendaki, ayoo.. berapa langkah lagi yang harus disempurnakan? Berapa langkah yang kita miliki dan harus kita ulang melangkahnya kembali ? Tak apa .. selama kemauan itu ada ...

Mari bersama saling mengingatkan dan menguatkan ..


26 Langkah! (Kisah Anak yang Mencoba Menghafal Quran)

oleh Sinta Yudisia (Catatan) pada 7 Juni 2013 pukul 9:43

Tahukan anda, usai saya membaca ksiah ini, malam itu nyaris tidak bisa tidur, berusaha memurojaah bacaan Quran yang tak seberapa hafalannya? Kisah ini sudah saya ceritakan saat mengisi acara Nurul Hayat dan sama seperti saya, audiens terkesima. Kisah ini langsung saya ceritakan esok harinya pada suami, sesaat membuka mata dan suami bersiap ke masjid.
        “Mas dengar, saya punya kisah luarbiasa!”
        Kisah ini langsung menjadi sarapan nasehat pagi untuk anak-anak saya tercinta, yang mendengarkan dengan mulut terngaga.
        Anda mau mendengarnya juga?


Kisah Mimpi
        Ibnu Khaldun pernah menuliskan dalam Muqoddimah, bahwa mimpi yang tetap teringat hingga saat kita terbangun, adalah ilham dari Allah. Maka, suatu ketika saat mengajar di SDIT Al Uswah Surabaya, saya meminta anak-anak menulis tentang apa isi mimpi mereka di malam hari, yang paling mengesankan. Mimpi adalah salah satu sumber inspirasi, seperti seorang penulis bernama Robin Hemley.
        Kisah-kisah anak-anak tersebut lucu, membuat tertawa, membuat teriris, mencengangkan, dan tentu ada yang menghentak.
        Inilah salah satu kisah dari sekian banyak kisah anak-anak yang bercita-cita menjadi penghafal Quran. Kisahnya, saya tuliskan ulang, insyaAllah semirip kisah yang dituliskan siswi tersebut.



   “Suatu ketika aku bermimpi masuk surga. Kenapa aku bermimpi itu surga? Sebab tempatnya indah sekali, mengalahkan Wonderful Sea, Raja Ampat yang aku ingin sekali pergi kesana.
        Sejenak aku melihat ayah bundaku memakai mahkota indaaaah sekali. Mahkota bertabur permata, dengan mutu manikam terbaik yang ada di dunia.
        Lalu aku melihat ruangan sangat luas, tanpa lampu, penuh berlimpah cahaya dan tak ada lalat J.
        Mahkota itu disana! Mahkota indah itu, yang berkilauan emas permata. Ah, aku ingin mahkota itu ada di kepala ayah bundaku. Setiap orang, pasti ingin memilikinya. Setiap orang, pasti ingin mengenakannya walau hanya 1 menit saja!
        Maka, aku berlari menghampirinya.
        Langkah pertama, duh , suliiiit dan berat nian.
        Langkah ke-2 dan ke-3, sangat ringan dan cepat.
        Langkah ke-4 terseok, terguncang, dan lalu aku terbangun.
        Entah mengapa, seperti ada ilham…
        …26 langkah lagi.
        Maka saat terbangun, sholat shubuh, mimpi itu terus menguntit.
        Apa itu langkah ke satu?
        Ke2? Ke3?
        26?
        Angka apa itu?
        Dan tiba-tiba aku tersadar…aha!
        Aku telah menghafal juz 30,29,28 dan saat ini sedang menyelesaikan juz 1. Jadi, ternyata aku butuh 26 langkah lagi untuk meraih mahkota itu bagi ayah bundaku!”
        Subhanallah.
        Malam hari, saat saya menulis kompilasi cerita itu untuk Antologi anak al Uswah, mata berkaca-kaca.
        Bila, tulisan Ibnu Khaldun itu benar adanya, bahwa tafsir mimpi yang jelas tetap teringat hingga mata terbuka, berarti mimpi itu adalah ilham. Mimpi seorang anak yang tengah berjuang menghafal Quran, boleh jadi ilham Allah untuknya.
        Saya, anda, kurang berapa langkah lagi untuk menggapai mahkota itu?
(Masih ingatkah hadits Rasulullah Saw yang intinya bahwa derajat seseorang di surga tergantung kedekatannya dengan Quran, dan seorang anak yang menghafal Quran maka kelak ia akan memakaikan mahkota indah di kepala orangtuanya?)


Kamis, 06 Juni 2013

Mengapa RIDHA SUAMI itu adalah SURGA bagimu wahai PARA ISTRI?



|☆. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

|☆. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

|☆. Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

|☆. Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

|☆. Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

|☆. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri..


 
Sumber: Status Nasehat

Senin, 15 April 2013

Moment with Kids : You are our school

Moment with kids:

Karena setiap anak itu istimewa dengan keunikan masing-masing ...

Aku mencintai mereka dalam beragam warna, mengimbangi setiap ekspresi khas dan karakter mereka. Setiap kebersamaan adalah diskusi ... tentang betapa uniknya mereka, karakter orangtua mana yang dominan mereka adopsi, kesabaran rupa apa yang harus selalu fullcharge.

Anak-anak ... mereka adalah sekolah bagi kami
Dua pasang orangtua dari dua anak yang sedang super enerjik mengeksplorasi apa saja di sekitarnya.

Sungguh terasa "bertuah" doa yang selama ini diajarkan
Rabbighfirlii waliwalidayya warhamhuma KAMA RABBAYANI SHOGHIRO
Betapa energi anak-anak saat kecil demikian dahsyat, mereka bertumbuh dan berkembang seiring suapan kasih sayang orangtua.

*Memoar Rahim Cinta
Happy Milad buat papahnya anak-anak ... dari Mamah, Bunda, Abi, Rahma dan Malika. Semoga sehat, tambah sabar, makin bermanfaat dan berkah usia.
 — bersamaAbu Rahma dan Abidin Mam Kholid.